Guru, Tendik, dan Sekolah Pengimbas Ikuti Pengayaan Part II Sekolah Unggul Garuda Bersama LKPE IPB University

Guru, Tendik, dan Sekolah Pengimbas Ikuti Pengayaan Part II Sekolah Unggul Garuda Bersama LKPE IPB University

Bone Bolango (icg.sch.id) – MAN Insan Cendekia Gorontalo kembali menjadi tuan rumah kegiatan Pengayaan Part II Sekolah Unggul Garuda yang diselenggarakan oleh Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif (LKPE) IPB University. Kegiatan berlangsung di Ruang Auditorium MAN IC Gorontalo dan diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, serta sekolah pengimbas.

Acara dibuka secara resmi oleh Plh. Kepala MAN IC Gorontalo, Trisnawati, yang menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan melalui kerja sama lintas lembaga.


“MAN IC Gorontalo berkomitmen menjadi pusat unggulan pendidikan. Melalui kolaborasi dengan LKPE IPB University, kita berupaya memperkuat kompetensi guru dan tenaga kependidikan agar siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.


Pada sesi pertama, Heti Mulyati dari LKPE IPB University memaparkan materi bertajuk “Peningkatan Standar Akademik: Sertifikasi dan Kompetensi Guru.” Dalam paparannya, Heti menekankan pentingnya pemetaan kompetensi guru, pemenuhan standar profesional, dan strategi efektif menuju sertifikasi berkelanjutan. Ia juga menjelaskan beberapa poin utama, antara lain:

urgensi pemetaan kompetensi guru sebagai dasar pengembangan profesional,

pemenuhan Standar Kompetensi Guru (SKG) sejalan dengan Kurikulum Merdeka,

tahapan sertifikasi, persiapan portofolio, serta penguatan kemampuan pedagogik,

pentingnya continuous improvement melalui pelatihan, microteaching, dan refleksi,

peran madrasah dalam menciptakan budaya akademik yang mendukung peningkatan kualitas guru.


Sesi kedua dilanjutkan oleh Puji Mudiana, S.P., M.A., yang membawakan materi “Inovasi Akademik: Memanfaatkan Teknologi Masa Depan.” Puji menekankan bahwa transformasi digital adalah kebutuhan mendesak bagi institusi pendidikan. Ia memaparkan berbagai strategi inovasi, di antaranya:

pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan learning analytics dalam pembelajaran,

penggunaan platform adaptif dan model blended learning untuk meningkatkan efektivitas belajar,

penerapan pembelajaran berbasis proyek digital dan kolaborasi virtual,

pembangunan budaya inovasi akademik dan penguatan literasi digital guru-siswa,

pentingnya etika penggunaan teknologi serta keamanan data di lingkungan sekolah.


Menurut Puji, teknologi bukan sekadar alat, tetapi merupakan katalis yang memperkaya proses akademik dan menyiapkan siswa menghadapi dunia yang serba digital.

“Sekolah harus menjadi ruang inovasi. Teknologi memberikan peluang besar bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih relevan, adaptif, dan berdaya saing global,” ungkapnya.


Kegiatan berjalan interaktif dan mendapat antusias tinggi dari seluruh peserta. Melalui pengayaan ini, MAN IC Gorontalo diharapkan semakin siap mengimplementasikan standar sekolah unggul dan memperkuat posisi sebagai madrasah berkelas nasional yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan abad ke-21.

TAGS
SHARE