Lawatan MAN IC Gorontalo dan MAN IC Sambas di UiTM dan Al-Khaerat Boarding School Kuching Sarawak

Lawatan MAN IC Gorontalo dan MAN IC Sambas di UiTM dan Al-Khaerat Boarding School Kuching Sarawak
Lawatan MAN IC Gorontalo dan MAN IC Sambas di UiTM dan Al-Khaerat Boarding School Kuching Sarawak

TILONGKABILA-(icg.sch.id)- Kolaborasi dilakukan antara MAN IC Gorontalo bersama MAN IC Sambas berupa lawatan ke Kampus UiTM (Universiti Teknologi Mara) dan Pesantren Al-Khaerat Boarding School Kuching Sarawak. Rombongan bertolak dari Kabupaten Sambas menuju ke Khucing Sarawak dengan perjalanan darat Jumat, 17 November 2023 pukul 07.30 waktu setempat dan tiba di kampus UiTM pukul 15.30 waktu Sarawak

Profesor Madya Dr. Ellen Chung sebagai head, Centre of Graduate Students (CGS) UiTM. menyambut rombongan di Perpustakaan UiTM Cawangan Sarawak, Samarahan Campus seluas 980 acres. Dalam sambutannya Dr. Ellen Chung menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan dan menyampaikan presentasi program kuliah di UiTM. Post Graduate programmes yang ditawarkan UiTM terdiri atas program diploma, program master, dan program doktor.

Program  yang ditawarkan untuk pelajar domestik berupa Doctor of Business Adminstration (DBA), Master in Business Admintration (MBA), Master of Applied Enterprenuership (MAE), serta Executive Master of Admintrative Science (EMAS). Khusus pelajar dari luar negeri dapat menempuh, Master by Reasearch Programmess dan PhD Programmes dengan cluster yang ditawarkan science and technology, business and management, social science and humanities.  Seluruh fees (biaya SPP) dan fasilitas asrama sangat terjangkau. UiTM juga menyediakan sarana belajar dan perpustakaan yang lengkap terintegrasi dengan teknologi digital memudahkan mahasiswa mengakses informasi.

Persiapan pelajar luar negeri untuk masuk ke UiTM harus mempunyai sertifikat TOELL dengan skore 550 untuk paper based, 213 untuk computer based, dan 78-80 untuk IBT. IELTS sertikat dengan nilai tidak kurang dari 6,0. Serta MUET Band 4,0. Informasi yang disampaikan menjadi dasar persiapan bagi peserta didik dan civitas yang ingin melanjutkan studi di luar negeri.

Lawatan selanjutnya adalah pesantren Al-Khaerat Kuching Sarawak yang menjadi rujukan  bagaimana belajar metode pembelajaran bahasa arab serta manajemen pesantren. Diketahui pesantren Al-Khaerat, tiap tahunnya mengirimkan siswanya kuliah di Al-Azhar, Kairo, Mesir. Lulusan pesantren Al-Khaerat diwajibkan mengabdi selama 1 tahun setelah lulus dari kuliah sebagai bentuk pengabdian kepada pesantren Al-Khaerat.

Beberapa santri mendemokan sistem belajar bahasa arab dengan teknik yang cepat. Dengan contoh metode yang diberikan, harapannya dapat diterapkan di MAN IC Gorontalo dan MAN IC Sambas. Selain kegiatan tersebut di atas, beberapa perwakilan rombongan MAN IC Gorontalo mendampingi Kepala MAN IC Sambas, Mursidin pada penerimaan penghargaan Sijil Kepujian Persekutuan Pengakap Negeri Sarawak. Pengakap setingkat kepramukaan di Indonesia.  (Agunka)

SHARE

TINGGALKAN KOMENTAR