Zona Integritas MAN IC Gorontalo Masuki Tahap Penilaian TPI

Acara pembukaan Penilaian Zona Integritas MAN IC Gorontalo menuju WBK dan WBBM oleh Tim Penilai Internal Itjen Kementerian Agama RI di Auditorium MAN IC Gorontalo pada Kamis (01/04/2021)

Gorontalo (icg.sch.id) – Menindaklanjuti pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Gorontalo memasuki tahapan penilaian internal. Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI berada di MAN IC Gorontalo pada 01 s.d 03 April 2021 dalam rangka melihat dan menilai kesiapan madrasah menuju zona integritas.

Kepala MAN IC Gorontalo, Jasmaniar saat acara pembukaan pada Kamis (01/04/2021) melaporkan kegiatan terkait zona integritas yang telah dilaksanakan madrasah.
“Di penghujung tahun 2020 MAN IC Gorontalo mendapatkan amanah untuk menjadi pilot project ZI menuju WBK dan WBBM. Untuk mewujudkannya madrasah telah membentuk tim kerja pembangunan ZI, dan menerapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk semua pelayanan administratif. Kami juga telah melakukan penandatanganan Pakta Integritas di depan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo.”
Kepala Madrasah juga menyatakan kesiapan pihaknya dalam membangun ZI. “Terakhir sebelum penilaian internal ini, telah dilakukan pencanangan dalam bentuk deklarasi komitmen bersama dan pembacaan ikrar pembangunan ZI. Dengan itu semua Kepala Madrasah beserta seluruh guru dan tenaga kependidikan siap membangun dan menjalankan ZI di MAN IC Gorontalo,” demikian Jasmaniar.
Sementara itu Ketua TPI Yanis Naini dalam sambutannya berharap nilai dari TPI tidak jauh dari nilai TPN. “Dalam beberapa hari ke depan kami akan melakukan penilaian dari apa yang sudah dipaparkan Kepala Madrasah. Dari paparan tadi memang sudah banyak hal yang terpenuhi. Dokumen dari enam unsur penilaian juga sudah tersedia. Semoga penilaian dari tim kami tidak jauh beda dengan nilai yang diberikan Tim Penilai Nasional (TPN) nantinya,” ujar Yanis yang didampingi dua anggota timnya Abdurrahman dan Dinang Firmansyah.

Dalam kegiatannya, selain memeriksa dokumen yang ada tim juga melakukan wawancara dengan pihak yang terkait dengan dokumen dan kegiatan yang ada untuk dilihat kesesuaiannya dengan survei yang telah dilakukan sebelumnya. (ATB)