Semangat Riset di Bulan Suci, Siswa MAN IC Gorontalo Perkuat Tradisi Ilmiah
Bone Bolango (icg.sch.id) - Mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang bermakna dan produktif, MAN Insan Cendekia Gorontalo menghadirkan Program Riset Ramadan bagi siswa kelas X dan XI. Kegiatan ini berlangsung di Gedung SBSN lantai 3 dan menjadi warna baru dalam pembinaan akademik madrasah.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan kali ini tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga dengan penguatan budaya riset sebagai bagian dari identitas madrasah unggulan. Program ini diinisiasi untuk menumbuhkan semangat berpikir kritis, analitis, dan inovatif di kalangan siswa sejak dini.
Hadir sebagai narasumber, dua akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo, yakni Prof. Yahya, dosen fisika, dan Dr. Yayu Arifin, dosen geologi. Menariknya, kedua narasumber tersebut juga merupakan wali siswa MAN IC Gorontalo yang aktif berkiprah di dunia akademik. Sinergi antara peran sebagai orang tua dan akademisi inilah yang semakin memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung kemajuan riset di madrasah.
Dalam pemaparannya, Prof. Yahya menekankan bahwa riset bukan hanya milik mahasiswa atau peneliti profesional, tetapi dapat dimulai sejak jenjang sekolah menengah. Ia mendorong siswa untuk membangun rasa ingin tahu, berani menguji gagasan, serta mengembangkan proyek penelitian sederhana yang berdampak nyata.
Sementara itu, Dr. Yayu Arifin mengajak siswa melihat potensi lingkungan sekitar sebagai laboratorium hidup yang kaya akan objek penelitian, khususnya dalam bidang geologi dan sumber daya alam. Ia menegaskan bahwa Gorontalo memiliki potensi besar yang dapat menjadi tema riset generasi muda.
Program ini sejalan dengan komitmen madrasah dalam mendukung program Sekolah Unggulan Garuda Transformasi (SUGT), yang menekankan penguatan akademik, riset, serta daya saing global. Melalui kegiatan ini, MAN IC Gorontalo terus membangun ekosistem ilmiah yang konsisten dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sesi “Orang Tua Berbagi,” sebagai ruang partisipasi aktif orang tua dalam penguatan karakter dan akademik siswa. Kolaborasi antara madrasah, akademisi, dan orang tua menjadi fondasi penting dalam membangun generasi peneliti muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat.
Melalui Program Riset Ramadhan, MAN Insan Cendekia Gorontalo kembali menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum peningkatan spiritualitas, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat tradisi ilmiah dan melahirkan karya-karya inspiratif dari generasi muda.




